Setelah emil, zulfa, lalu aku. Aku sempat berkata pada mereka, "barangkali kalau ditinggal dengan orang yang sangat dekat dengan kita, barangkali aku tidak kuat". Dan akhirnya sekarang aku merasakannya. Sepupuku, anak dari adek bapak, meninggal dunia. Namanya nila. Ya, aku tau, kita belum bisa dibilang akrab dan dekat. Dan juga aku jarang bertemu dengannya, jarang tinggal di rumahnya. Yang aku ingat darinya, dulu sekali waktu aku kesana membawa buku masakan yang aku beli seharga 2000 rupiah dari pedagang asongan di kereta, dia datang dan berkata, "mbak, aku minta ya." jelas aku tidak mungkin menolaknya, jadi langsung saja aku berikan. Barangkali dia segera mempraktekkannya dan aku tidak mencicipinya. ==a


    Aku selalu was, was dan takut, suatu hari aku akan mendapat berita duka itu, langsung dari bapak, ibu, mbak eka atau agil. Aku selalu bersiap mendengarnya. Bukan, aku tidak mengharapkan berita duka datang ke telingaku dengan cepat, bahkan aku tidak mengharapkannya datang, tapi itu pasti datang. :'(

    Tetapi, yang ku harap hanya, ketika nanti berita itu datang, itu datang disaat yang tepat, dengan benteng yang kuat dihatiku, sehingga aku tidak perlu menangis dan tersedu sedan sampai pingsan dan menyusahkan semua orang, tolong, kabulkan itu, Tuhan T.T

~Oh, iya, buat nila, selamat jalan, aku tahu kita tidak sempat saling mengenal, saling bercengkrama. tapi itu pernah aku rencanakan nanti ketika kita bertemu.  Tapi, ternyata itu hanya mimpi sekarang. Harapan yang lebih, kamu tenang disana, sekarang kamu bebas dari apa itu rasa sakit. Love you. ~ R.I.P Nila Putri, Mei 2013