Beranikah kamu melihat awan di langit? siang ini warnanya sangat putih, langitnya sangat terik. Aku membayangkan kita tidur di padang rumput luas, ya kita, entah apa kita itu hanya berdua, atau bertiga, berempat, dan seterusnya. Kita saling bercerita tentang mimpi. Banyak orang yang 'mlesetkan' semua diawali dari mimpi, mimpi yang diawali dari tidur.
"Apa kita pernah tidur dan bermimpi senyata ini?" kataku.
Lalu kamu tertawa dan berkata "bahkan kita tidak pernah tidur."
"yang ada di tidur kita hanya mimpi konyol yang barangkali kata orang hanya pertanda ketika kita bangun nanti, ya konyol."
lalu kita tertawa berbarengan, mencari lagi mimpi apa yang akan kita perbincangkan hari ini.

    Bung, aku sangat tahu kamu. kamu lebih kuat dari apapun. kalo boleh sedikit aku berlebihan, kamu sekuat batu karang. sama kerasnya ombak yang menghantammu berulang kali. apa aku berlebihan?
tidak, itu kamu kataku.
dan kita selalu tidak sama. aku selalu iri tahu kamu begitu sempurna. lalu aku, selalu menjadi pemimpi. yang membuat kita sama, kita sama-sama pemimpi. tanpa mau tahu sejauh apa mimpi yang akan kita wujudkan itu, apa benar-benar terwujud atau tidak.

    -bagaimana-bagaimana mimpi itu selalu indah wujudnya.