aku melihatnya, dengan wajah yang gundah, tidak tenang, penuh gelisah. sangat terlihat jelas, tanpa ada jawaban, dia seperti tidak menemukan apa yang di pertanyakannya.
sambil memukul - mukul kepalanya, sesekali menjatuhkan wajahnya ke meja. aku yang melihatnya juga ikut bingung, apa yang di pikirkan sebenarnya.
aku yakin, ada yang belum di selesaikannya, entah suatu hal yang ribet, yang tidak bisa di selesaikan. aku tau, ketakutannya masih sangat besar, dia takut karena dia salah, sedangkan dia tidak mau kecewa. ada apa?
betapa bodohnya orang itu,
PENGECUT!!!
pengecut lebih baik mati, ujarku.

Orang itu terlalu takut, terlalu sedih, tapi aku yakin, orang itu masih punya semangat. semangat yang walaupun dia tidak bisa mengendalikannya, tapi dia punya semangat itu. hanya saja, semangat itu lemah, di kalahkan oleh ketakutannya yang belum tentu benar.

!@#$%%^&*(*&*(()



-kage